Terkadang aku iri
Ya, aku iri dengan mereka.
Sekali ini, bukan iriku terhadap mereka
Perempuan sholehah yang mampu istiqomah, ada satu iri yang berhasil menyelinap ketika aku mencoba menepis sesuatu
Sesuatu yang,,, seharusnya,,,,
ah sudahlah, tak perlu didefinisikan apa sesuatu itu
Mungkin kau akan memahaminya sendiri -suatu saat nanti-
Hampir setahun aku mencoba ikhlas
Sudah memaafkan segala masa lalu pun harapan, tapi….
Perihal mengembalikan kertas menjadi halus lagi, setelah terlipat, ternyata tidak mudah
Kecewa, takut, khawatir menjadi teman selama itu pula
Ya begitulah,
sejujurnya, aku belum -atau entah tidak- berani membuka hati untuk yang baru
Pikirku selalu merasa semua akan berjalan seperti dulu
Kenal hingga akhirnya sakit
-sakit sendiri-
Aku tidak pernah berdoa lagi untuk rasa yang telah lalu, tidak pernah pula berharap untuk rasa yang akan datang
Tapi kenapa?
Kenapa?
Kenapa ketakutan itu selalu hadir di saat aku memcoba membuka hati untuk yang baru datang?
Belum genap ketika ada hati yang menyatakan rasa, mundur adalah pilihan yang tepat bagiku
Rasa rasanya percuma memulai perasaan, toh akhirnya akan berakhir
Aku tak pernah bermaksud menyatiki hati baru yang datang, tetapi aku juga tak bisa bersembunyi dari rasa takutku.
Aku iri, dengan perempuan-perempuan yang berhasil menepis rasa takutnya
Seakan-akan tidak ada yang pernah terjadi kepadanya
Mereka berhasil membuka dan menerima hati baru yang datang
Mereka berhasil menata dan mengisahkan cerita kehidupan baru bersama,
sedangkan aku, masih membentengi diriku.
Bukan maksudku aku belum mengikhlaskan kisahku dengannya, tetapi cerita kisah kami lah yang pada akhirnya menjadikanku takut untuk kembali jatuh hati pada yang baru.
Mungkin, rasa takutku ini adalah cara yang Tuhan beri supaya aku bisa selalu menjaga diri dan hatiku
Karena, cinta yang sebenarnya adalah ketika dua insan sudah terikat oleh janji suci, bernama ijab qobul
Bukankah di setiap kejadian ada hikmahnya?
âž–âž–âž–âž–âž–âž–âž–âž–âž–âž–âž–âž–âž–âž–âž–âž–
Semoga, aku senantiasa diberi kekuatan untuk menemukan hikmah di setiap kepingan-kepingan jalan hidupku.
Yk, 31 Mei 2020
-BAR-